MAKASSAR, KACE — Pj. Gubernur Sulbar Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam rangka penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024 Program Pasca Sarja di Menara Pinisi UNM, Senin 18 September 2023.
Rektor UNM Prof. Dr. Ir. Husain Syam, M.TP, IPU, ASEAN Eng dalam sambutannya mengatakan, untuk memotivasi mahasiswa baru harus menghadirkan seorang pembelajar sejati.
Sehingga pihaknya menyediakan ruang kepada Pj Gubernur Sulbar untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa pasca sarjana di kampus entrepreneur ini.
“Prof Zudan adalah pembelajar sejati, kehadiran beliau sangat menginspirasi, menggugah semangat dan dapat mengisi potensi yang ada di kampus pencetak generasi tangguh di tengah ketatnya persaingan,” ujarnya.
Menurutnya, Prof Zudan sangat pantas dihadirkan di hadapan ribuan mahasiswa baru pasca sarjana UNM.
Khusus bagi mahasiswa baru, selaku rektor dirinya selalu mendorong untuk jauh lebih baik dan unggul. Karena revitalisasi telah diberdayakan.
Terlebih tahun 2023 UNM menerima sebanyak 18.000 mahasiswa, sehingga total keseluruhan mahasiswa mencapai 63.000 orang dengan para guru besar dan dosen yang sangat berpengalaman.
“Penyambutan mahasiswa pasca sarjana tahun ini merupakan yang terakhir bagi saya. Untuk itu, perkenankan saya memohon dukungan menjadi nahkoda di kapal Sandeq yang baru. Insya Allah kita akan tetap bersama meski di tempat pengabdian yang lain,” tutur pria yang akrab disapa PHS ini.
Sementara Prof Zudan menyarankan kepada mahasiswa pasca sarjana untuk merencanakan dan mengukur kemampuan.
“Awali dengan baik rencana dan manajemen pendidikan. Sehingga saat tiba waktu proposal semua akan bisa teratasi dengan baik,” kata Prof Zudan dalam kuliah umumnya dengan tema “Transformasi Digital dan Pemerintahan”.
Prof. Zudan menguraikan berbagai klaster peradaban yang menggambarkan apa dan bagaimana umat manusia, harus terus bersiap diri menyongsong perubahan.
Menurutnya, peradaban umat manusia lekat dengan perubahan dari waktu ke waktu. Transformasi peradaban itu dimulai dengan istilah peradaban 1.0, yakni kehidupan manusia nomaden yang bertumpu pada berburu dan meramu.
Kemudian peradaban terus berkembang 2.0 meningkat sedikit lebih tinggi dengan menetap dan berladang dan beternak. Naik lagi ke 3.0, yakni masuk peradaban industrialisasi. Terus berkembang ke generasi peradaban 4.0, ditandai dengan masyarakat yang sangat intens menggunakan teknologi. “Saya menyebut kehidupan ditandai dengan pelayanan dalam genggaman,” ujarnya.
Di era ini transformasi digital terjadi sangat masif, lanjut Prof Zudan, semua kegiatan dan kebutuhan umat manusia sudah ada di handphone dan di genggaman masing-masing.
Prof Zudan menunjuk transformasi yang sangat cepat terjadi di industri keuangan dan telekomunikasi. Dirinya mengambil satu contoh saja, bagaimana cara mengirim uang. Dulu orang tua mengirim uang kuliah anaknya lewat wesel pos. Kemudian beralih kirim uang lewat transfer di counter bank.
“Generasi yang lebih muda lagi kiriman uang ditransfer melalui ATM. Sekarang kirim uang bisa lewat hape dengan mBanking atau platform payment gateway lainnya. Lahirlah yang namanya digital trust. Sekarang di berbagai belahan dunia mulai masuk ke peradaban 5.0,” ujarnya.
Itu sebabnya, dirinya mendorong transformasi digital, agar pelayanan bisa lebih cepat, lebih baik, efektif dan dirasakan manfaatnya sehingga masyarakat pun ikut berbahagia.
Diketahui, penerimaan mahasiswa pasca sarjana kali ini terbagi atas tiga periode. Pertama pendaftar sebanyak 908 yanf lulus 866 orang.
Periode kedua pendaftar 1.091, lulu 653 orang dan yang terakhir pendaftar 336, lulus 294 orang. Sementara jalur komunitas 202 orang. Adapun jumlah mahasiswa S2 1.692 orang, S3 323 orang dengan total 2.015 orang. (*)







