MAKASSAR, KACE — Kekalahan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 2, Andi Seto Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati) berbuntut panjang. Pecah kongsi terjadi di internal timnya, khususnya Sehati dan Nasdem.
Andi Seto sendiri sebelumnya sudah menegaskan salah mempercayai orang di internal tim mereka, sehingga menyebabkan kekalahan di Pilwalkot Makassar. Namun, Seto masih enggan berbicara mengenai siapa pihak yang dia maksud.
“Saya minta maaf juga kepada teman-teman realwan karena salah mempercayai orang, sehingga saya tidak bisa menyelesaikan ini sesuai dengan keinginan. Tetapi saya tidak perlu rincikan siapa orang itu, yang jelas saya berharap masyarakat segera cooling down,” ujarnya, kemarin.
Merespons hal ini, sejumlah relawan, ormas, dan komunitas yang ada di kubu Seto-Rezki (Shati) angkat bicara. Relawan Sehati Reaksi Cepat (RSC) salah satunya. Mereka menghimpun ormas dan komunitas untuk mengumpulkan data terkait hasil yang diraih pasangan Sehati.
Koordinator SRC, Illank Radjab mengatakan, dia bersama timnya telah menemukan sejumlah kejanggalan terkait anjloknya suara paslon nomor urut 2. “Ini menjadi atensi kami setelah melihat anjloknya perolehan suara Sehati. Dari data yang kami pegang, seharusnya kami unggul, tetapi ini berbanding terbalik,” ujarnya.
Lebih lanjut Illank membeberkan, beberapa masalah telah ditemukan oleh tim SRC, salah satunya rekrutan relawan oleh konsultan politik yang mendampingi Seto-Rezki, Jaringan Suara Indonesia (JSI).
“Sejauh ini teman- teman menemukan ada keganjilan di lapangan. Pertama, relawan yang direkrut langsung oleh konsorsium, dalam hal ini dikoordinatori oleh Popon Lingga Geni yang juga direktur JSI itu tidak maksimal,” kata dia.
Dia tidak tahu persis apa komitmen antara Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse dengan direktur JSI itu. Yang pasti, dia menilai bahwa kondisi di lapangan mereka menemukan ketidaksesuaian dukungan. “Ini kami tidak menuduh, tetapi fakta di lapangan begitu adanya,” imbuhnya.
Illank pun mengambil sampel di basis ketua Tim Pemenangan Sehati, Andi Rachmatika Dewi di Makassar A dan Ketua DPRD Makassar, Supratman, di dapil IV Makasar. Kata dia, jika mereka bekerja maka Sehati tidak akan kalah telak.
“Coba lihat secara akumulasi dua dapil itu, memang hasil temuan kita kalah di dapilnya. Mestinya dengan infrastruktur dan sumber daya yang kita miliki, apapun variabel yang dipakai sebagai alat ukur, pada wilayah-wilayah tersebut, sejatinya pasangan Seto-Rezki yang keluar sebagai pemenang,” jelasnya.
Lebih jauh Illank mengatakan jika sampai saat ini tim SRC masih terus melakukan pengumpulan data di lapangan, untuk mencari tahu akar permasalahan yang terjadi.
Dia mengaku, data-data tersebut bukan untuk menyalahkan rekan seperjuangan, namun akan diajukan sebagai evaluasi ke depan.
Ketua DPD NasDem Kota Makassar, Andi Rachmatika Dewi (Cicu) angkat bicara soal pernyataan calon wali kota Andi Seto Gadhista Asapa yang mengaku kalah karena salah mempercayai seseorang dalam tim pemenangan di Pilwalkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Cicu memastikan oknum yang dimaksud bukan dari kader NasDem.
“Saya rasa bukan yah karena kemarin NasDem hadir semua pas konferensi pers. Bagus juga kalau langsung dikonfirmasi sama beliau (siapa oknum yang dimaksud),” kata Cicu.
Sebagai ketua tim pemenangan pasangan Andi Seto-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI), Cicu mengaku tidak tahu siapa oknum yang dimaksud. Dia hanya menegaskan bahwa oknum yang dituduh gagalkan kemenangan Seto bukan salah satu kader NasDem.
“Ndak (tahu). Intinya saya tegaskan bahwa oknum yang disinggung tersebut bukan kader NasDem,” jelasnya. (*)







