RSUD Regional Sulbar. Foto : IST
MAMUJU, KACE — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulbar Marintani Erna Dochri meminta maaf atas pelayanan yang didapatkan keluarga Abdul Latif.
Dirinya mengaku telah menegur dan menindak keras serta mengevaluasi perlakuan petugas yang tidak memprioritaskan pasien rawat jalan, terutama ibu – ibu dan lansia.
Sebagai pemimpin, Ia bertanggungjawab atas kelakuan perawat yang tidak maksimal dalam pelayanan.
Dalam memimpin RSUD selama dua bulan ini, telah menjadi pekerjaan rumah bahwa pelayanan di RSUD harus diutamakan.
“Ini menjadi pelajaran besar dari partisipasi masyarakat yang telah memberikan masukan ke kami, hal demikian tentu akan jadi evaluasi,” ujarnya.
Dalam jangka waktu 24 jam, Marintani akan menggelar rapat kolektif untuk membenahi sistem pelayanan di internal. Pasalnya, kemanusiaan yang mesti didahulukan.
“Jika ke kepan terulang lagi hal yang sama, jangan sungkan untuk laporkan perawat atau siapa pun itu jika tidak mengindahkan proses pelayanan yang humanis,” tegasnya.
Pihaknya berjanji akan terus berbenah agar dapat menjadi acuan rumah sakit percontohan, baik dari segi administrasi dan pelayanan. Selain itu, sigap dan keramahan adalah tonggak pelayanan.
“Saya memohon maaf sebesar – besarnya kepada keluarga pasien, karena kejadian di luar pengetahuan saya dan berjanji akan mengevaluasi oknum tersebut yang mencidarai RSUD,” pungkasnya. (*)







