MAKASSAR. KACE — Saat ini aturan terkait PPKM telah diberlakukan. Dimana Kota Makassar berstatus level 3, karena melonjaknya angka Covid-19. Terkait kedatangan Direktur The Yudhoyono Institute. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hari ini di Universitas Negeri Makassar (UNM), Kepala Biro Humas UNM Burhanuddin mengatakan, AHY diundang dalam kapasitasnya sebagai Direktur Eksekutif Yayasan The Yudhoyono Institute. Dia akan berbicara tentang generasi emas Indonesia 2045. Selain itu, AHY dijadwalkan datang sebelum penerapan PPKM level 3.
“Yang pasti beliau (AHY) memang datang. Beliau akan memberikan gambaran mengenai generasi emas yang akan datang. Kita undang sebagai direktur yayasan, tidak ada maksud politis apapun,” ujar Burhanuddin kepada kabarcelebes.com.
Burhanuddin menyebut, Rektor UNM Prof. Husain Syam (PHS) mengapresiasi kesediaan AHY untuk hadir di kampus almamater oranye. Hal itu menurutnya, menunjukan UNM diperhitungkan oleh tokoh-tokoh nasional.
AHY juga diundang bukan oleh lembaga kemahasiswaan, melainkan atas nama UNM sendiri. Kehadiran AHY diharap mampu memotivasi mahasiswa untuk menyiapkan diri menatap Indonesia emas.
“Ini juga menunjukan bahwa UNM terbuka kepada siapapun yang ingin menyampaikan gagasannya. Tanpa melihat latar belakang politik, selama itu masih dalam konteks dunia akademik,” katanya.
Kuliah umum AHY akan digelar di lantai 3 menara Phinisi UNM, Jalan Andi Pangerang Pettarani. Peserta dibatasi dengan pertimbangan mencegah penularan Covid-19.
“Protokol kesehatan tetap kita perhatikan. Pesertanya dari UNM dan kita batasi untuk mencegah Covid-19,” tandas Burhanuddin.
Sebelumnya, PHS juga menegaskan kehadiran AHY membawakan kuliah umum bukan merupakan kegiatan politik, meski AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat.
“AHY hadir bukan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, melainkan sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute,” paparnya setelah mewisuda 3.227 Guru Profesional Program Profesi Guru UNM.
Kehadiran AHY memberikan kuliah umum kebangsaan dimaksudkan untuk memberikan ilmu mengenai wawasan kebangsaan. “Ini penting bagi mahasiswa dan alumni UNM yang ingin mencari pekerjaan dengan memiliki wawasan kebangsaan. Sebab, wawasan kebangsaan diperlukan untuk tes SKD,” katanya.
Lanjutnya, AHY yang memberikan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan itu yang harus dimengerti, jangan diartikan sebagai politik. “AHY harus mampu membatasi kehadirannya sebagai direktur The Yudhoyono Institute, meski tak bisa dipungkiri, AHY juga ketua Umum Demokrat,” tuturnya. (awy)







