Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki
GOWA, KACE — Meski Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel masih kurang lebih setahun, namun sejumlah figur telah banyak diperbincangkan untuk bertarung pada kontestasi politik lima tahunan tersebut.
Sebut saja Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’). Sosok yang satu ini semakin ramai dibahas oleh berbagai kalangan dalam berbagai kesempatan.
Menurut penuturan Iksan, warga Tamarunang, Gowa, Panglima Ta’ merupakan tokoh yang paling tepat memimpin Sulsel di tengah banyaknya bakal calon gubernur yang bermunculan.
“Ada Pak Ilham Arief Sirajuddin, Pak Danny Pomanto, Taufan Pawe, Bupati Gowa Pak Adnan. Tapi bagi saya yang paling tepat adalah Pak Jenderal Panglima Ta’. Beliau orang yang tegas namun bijaksana,” ujar Iksan.
Dirinya mengaku terus memantau aktifitas keseharian Panglima Ta’, baik dalam setiap kegiatannya maupun di media sosial.
Kriteria eks Pangdam XIV Hasanuddin ini untuk menjadi Gubernur Sulsel, kata Iksan, sudah sangat pas dengan karakter masyarakat Sulsel.
“Beliau tegas, religius, santun dan ramah. Ditambah lagi dari militer yang sangat dicintai dan dipercaya masyarakat saat ini,”kata Iksan.
Senada dengan Iksan, Andi Ila, warga Borongloe, Gowa mengaku telah lama kagum dengan Panglima Ta’.
“Jika kelak beliau maju sebagai calon Gubernur Sulsel, maka saya dan keluarga akan mengkampanyekan Panglima Ta’,” kata Andi Ila.
Saat ini, masyarakat Sulsel harus jeli memilih pemimpinnya. Sebab, jika salah menentukan sikap, maka akan berimbas kepada warga itu sendiri.
Ia pun mengimbau kepada warga Gowa secara khusus agar memilih Panglima Ta’ untuk menjadi Gubernur Sulsel 2024 mendatang.
“Inimi yang paling tepat. Haruski melihat juga track record calon lainnya. Kalau ini (Panglima Ta’) sama sekali bersih, tidak ada “cacatnya”,” tandasnya.
Sebelumnya, Pengamat Politik Asratillah berpendapat, Panglima Ta’ memiliki modal kultural yang cukup bagus.
Namun, bagaimanapun pemilihlah yang akan memberikan suara, semua bakal kandidat mesti sudah memulai memperkenalkan dirinya pada khalayak dan meninggalkan kesan positif.
“Dari beberapa riset yang pernah kami lakukan, nama-nama yang mencuat ke permukaan adalah figur seperti Andi Sudirman Sulaiman, Danny Pomanto, Andi Muhammad (Panglima Ta’), Andi Amran Sulaiman, Ilham Arief Sirajuddin, Adnan dan Taufan Pawe,” bebernya. (*)







