Berita  

Beri Kuliah Umum di UKDM, Panglima Ta’ : Jadilah Mahasiswa Visioner

Panglima Ta' bersama civitas akademika UKDM

MAKASSAR, KACE — Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sulselbar, Mayjen TNI Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’ memberikan pengarahan pada kuliah perdana di Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM) Tahun Ajaran 2023/2024, Kamis 21 September 2023.

Eks Pangdam VIX Hasanuddin ini meminta kepada seluruh mahasiswa agar bangga menjadi salah satu bagian dari UKDM.

Menurutnya, mahasiswa adalah agen perubahan (agents of change). Dimana saat ini geo politik dunia tengah bergejolak.

“Jangan terlena dengan kondisi yang ada. Mahasiswa harus keluar dari zona nyaman demi sebuah perubahan,” kata Panglima Ta’.

Selain itu, mahasiswa harus visioner yang mampu menciptakan peluang – peluang baru agar tidak ketinggalan zaman.

Mahasiswa, lanjut Panglima Ta’, adalah penjaga nilai – nilai perjuangan. Baik itu menyangkut masalah sosial, budaya dan ekonomi.

“Saya meminta mahasiswa UKDM mampu mengawal reformasi yang pernah diperjuangkan dulu. Agar keberlangsungan bangsa yang baik terus terjaga. Terlebih kondisi ekonomi kita sedang tidak baik – baik saja,” tandasnya.

Terlebih lagi, tingkat kemiskinan saat ini masih cenderung tinggi, penegakan supremasi hukum masih rendah. Untuk itu, diperlukan peranan mahasiswa mengubah hal itu.

Ketua DPD Pepabri Sulselbar ini juga menyebut bahwa mahasiswa adalah generasi penerus bangsa.

Jangan pernah menjadi generasi muda yang manja, apalagi tidak memiliki kemampuan dalam persaingan saat ini. “Jadi saya tekankan agar mahasiswa harus siap dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Menjaga kekuatan moral juga menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar. Baik itu, adat istiadat dan budaya di tengah gempuran invasi pengaruh asing yang negatif.

“Saat ini perang bukan lagi berhadapan dengan fisik atau senjata. Tetapi sekarang eranya proxy war, narkoba dan lainnya yang sengaja diciptakan untuk merusak moral bangsa melalui generasi muda,” ujarnya.

Bahkan, mahasiswa juga wajib menjadi pengontrol sosial yang nantinya tersebar di tengah – tengah masyarakat.

“Harus juga banyak berkorban, banyak belajar dan berimprovisasi demi keluarga dan bangsa. Saya merasa terhormat bisa berdiri di hadapan mahasiswa sekalian. Jangan pernah kehilangan semangat. Yang paling penting dekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *