MAKASSAR, KABARCELEBES.COM – Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim atau sekitar 87% beragama islam tentu bisa menjadi sebuah kekuatan. Namun hal itu harus benar-benar dikawal sehingga cita-cita bersama untuk menciptakan negara yang adil, makmur, dan sejahtera akan dapat terwujud.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) mengungkapkan, dalam sejarahnya, umat Islam tidak dapat dipisahkan dari Masjid. Masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan, akan tetapi menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat Islam.
“Masjid berfungsi tidak saja sebagai institusi spiritual tetapi jauh lebih daripada itu. Masjid juga merupakan pusat pendidikan, sosial, pemerintahan, bahkan jadi sentra perekonomian,” kata Panglima Ta’ saat menjadi narasumber di Kompas TV, Jumat 21 Mei 2026.
Dengan peran yang sentral tersebut, peradaban umat Islam dibangun dari masjid dan pada akhirnya kemajuan peradaban berkembang mewarnai kehidupan masyarakat, sekaligus sebagai pusat peradaban.
DMI juga mendorong peran aktif orang tua dalam pembangunan karakter kepada anak – anaknya atau generasi muda, khususnya membentuk akhlak mulia, kedisiplinan dan tanggung jawab.
Sebab, pembinaan karakter Islami kepada pemuda bertujuan menghindarkan dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan kenakalan remaja lainnya.
“Pemuda cinta masjid harus didorong menjadi motor perubahan yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan spiritual yang positif,” ujar Panglima Ta’ yang juga Ketua Hanura Sulsel ini.
Ketua Prima DMI Sulsel Tarmizi Tahir menambahkan, masjid berfungsi sebagai pusat peradaban dan regenerasi pemuda. Melalui pembekalan nilai agama, melatih jiwa kepemimpinannya.
Di Makassar, potensi ini terus didorong melalui berbagai program pembinaan. Tentunya diwadahi oleh DMI sebagai pusat inspirasi kemakmuran masjid.
Keberadaan remaja masjid sangat penting karena mereka berperan sebagai penggerak utama dalam memperkuat fungsi masjid.
“Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan,” kata Tarmizi. (*)







