Berita  

Warga di Tamalanrea Makassar Tolak Lokasi Proyek PLTSa, Khawatir Dampak Kesehatan pada Anak

MAKASSAR — Warga dari kampung Mula Baru, Tamalalang, Alamanda, dan Akasia di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, menolak rencana penempatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang digagas oleh PT Sarana Utama Energy (PT SUS). Mereka khawatir proyek ini akan membahayakan kesehatan warga, terutama anak-anak.

Penolakan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Kota Makassar yang berlangsung pada 6 Agustus 2025. Warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan PLTSa (GERAM PLTSa) menyuarakan keberatan terhadap rencana lokasi proyek yang berdekatan dengan pemukiman.

“Kami mendukung program pengolahan sampah menjadi energi, tapi jangan dekat dengan permukiman. Polusi udaranya bisa memicu penyakit seperti kanker bagi kami dan anak-anak kami,” kata Dadang, warga Alamanda, saat RDP berlangsung.

“Kami mendukung program pengolahan sampah menjadi energi, tapi jangan dekat dengan permukiman. Polusi udaranya bisa memicu penyakit seperti kanker bagi kami dan anak-anak kami,” kata Dadang, warga Alamanda, saat RDP berlangsung.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi, menanggapi keluhan warga dengan serius. Ia mengakui kekhawatiran tersebut rasional dan menyarankan agar lokasi proyek dikaji ulang.

“Kalau masih ada kesempatan untuk memindahkan lokasi, kami sangat mendukung. Sebaiknya diletakkan di dekat TPA Antang di Kecamatan Manggala,” ujar Suryadi.

Menurutnya, penempatan di lokasi baru selain bisa menghemat anggaran, juga akan menjaga ruang terbuka hijau kota yang saat ini kian terbatas. Ia juga menyinggung bahwa penetapan lokasi masih menunggu pengesahan Perpres 35 yang mengatur teknis pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdi Mochtar, menjelaskan bahwa penentuan lokasi proyek telah melalui kajian teknis.

“Lokasinya harus dekat dengan sumber air, gardu listrik tegangan tinggi, dan kawasan industri. Semua ini demi mendukung kelancaran operasional proyek,” jelas Ferdi dalam forum tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *