Berita  

Workshop Pengembangan Kurikulum OBE, Rektor UNM : Jangan Takut Berinovasi

MAKASSAR, KACE — Workshop Pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Program Studi Pendidikan Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) digelar di Hotel Remcy, Selasa (19/4).

Rektor UNM Prof. Dr. Ir. Husain Syam, M.TP.,IPU, ASEAN Eng dalam sambutannya mengajak para peserta untuk selalu bersyukur atas semua karunia Allah. Termasuk bersyukur atas terselenggaranya workshop kali ini.

Menurutnya, workshop adalah sebuah keniscayaan pada sebuah proses. Tujuannya, untuk memenuhi kondisi kekinian. Sehingga keilmuan harus selalu meng-update situasi untuk pengembangan kurikulum.

“Contoh pelatihan platina di otomotif, sementara jaman sekarang sudah tidak ada platina. Jadi harus menyesuaikan kondisi yang ada. Prodi harus mampu membaca tanda – tanda jaman ,” kata Prof Husain.

Untuk itu, setiap mahasiswa harus diberi lebih dari satu kompetensi. Sebab, belakangan ini lapangan kerja, khususnya di Indonesia sering berbeda dengan keilmuannya. Sehingga dibutuhkan keahlian atau keilmuan lebih guna bisa beraptasi dengan perkembangan.

Kurikulum yang ada saat ini, kata Prof Husain, adalah gambaran profil alumni. Sehingga, seorang pengajar harus bisa mengurai pembentukan kompetensi. Sehingga kelak, para tenaga pengajar mampu lebih profesional mentransfer ilmu kepada yang diajar.

Tidak hanya itu, kurikulum harus pula dicermati dengan baik agar semua mata kuliah bisa membentuk batang tubuh dari berbagai mata kuliah yang ada.

“Kita harus pikirkan semua itu. Tidak boleh memikirkan diri sendiri. Jangan lagi mengorbankan orang lain. Pemimpin itu tidak mengorbankan orang lain,” kata Prof Husain.

Ia pun mengajak semua unsur untuk introspeksi diri bagaimana mengembangkan kurikulum. Dimana, dosen harus berani melakukan perubahan. Namun tetap harus bertanggung jawab.

“Jangan takut menciptakan inovasi. Yang jelas sudah paham arahnya kurikulum. Bahkan (kurikulum) bisa diubah. Yang tidak bisa diubah itu hanya Alquran,” tegasnya.

Prof unggulan ini juga mengingatkan agar para unsur pimpinan dan para dosen selalu bisa membaca pasar, kebutuhan dan kondisi dan mencoba merumuskan sebuah kurikulum. Jika ini berhasil, diringa yakin masa depan akan lebih baik. Terutama kepada para alumni.

Workshop, lanjut Prof Husain, harus menjadi jawaban dari permasalahan yang ada. Ilmu itu harus berkembang karena merupakan kebenaran yang tidak mutlak dan bisa saja berubah setiap saat. Sehingga mesti terus dikembangkan.

“Semoga hasil workshop bisa bermanfaat kepada alumni, kemaslahatan di bidang pendidikan, UNM dan fakultas,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas Teknik UNM Prof M Yahya menambahkan, tujuan dari kegiatan ini mendorong upaya meraih predikat internasional yang mampu menghasilkan dokumen kurikulum berbasis OBE sebagai ciri universitas terakreditasi internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *