Dubes Arab Saudi Reema Kecam Rusia Dalam Upaya Pencaplokan Wilayah Ukraina

KACE – Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Putri Reema Binti Bandar mengecam Rusia dalam upaya pencaplokan wilayah Ukraina. Pernyataan tersebut terdapat dalam lembar fakta yang dikeluarkannya pada Rabu (19/10).

Lembar fakta itu dirilis setelah panggilan telepon antara Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MBS) dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di mana mereka membahas penentangan Saudi terhadap referendum di daerah-daerah yang dikendalikan oleh Moskow untuk menjadi bagian dari Rusia. Dalam lembar fakta tersebut menegaskan kembali posisi Arab Saudi.

“Selama panggilan dengan Presiden Zelensky pada 14 Oktober, Yang Mulia Putra Mahkota menekankan bahiza suara Kerajaan untuk resolusi yang mengutuk aneksasi berasal dari komitmennya terhadap prinsip-prinsip yang mengakar dalam piagon PBB dan hukum internasional,” kata lembar fakta itu, seperti dikutip dari Arab News.

Dubes Reema menambahkan bahwa Arab Saudi berkomitmen untuk menghormati kedaulatan negara dan prinsip-prinsip bertetangga yang baik, dan menyelesaikan konflik dengan cara damai.

Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi oleh mayoritas besar pada 12 Oktober, menyerukan negara-negara untuk tidak mengakui empat wilayah Ukraina yang diklaim Rusia, menyusul apa yang disebut referendum yang diadakan akhir bulan lalu. Resolusi tersebut menuntut agar Moskow membalikkan arah pada “upaya pencaplokan ilegalnya.”

Kerajaan juga memberikan suara untuk mendukung resolusi yang menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina, menuntut agar Rusia segera menghentikan penggunaan kekuatannya, dan menarik semua militernya dari wilayah Ukraina pada 2 Maret, “sesuai dengan posisi moralnya yang mendukung hukum internasional, plagam PBB, dan kedaulatan dan Integritas teritorial negara-negara, termasuk Ukraina.”

Putra mahkota juga mengumumkan paket bantuan kemanusiaan tambahan senllal USD400 juta untuk Ukraina. Lembar fakta juga menyoroti upaya mediasi putra mahkota, yang telah menghasilkan pembebasan sepuluh tawanan perang dari lima negara, termasuk dua warga AS.

“Presiden Ukraina menyampaikan terima kasih dan penghargaannya atas kesiapan Yang Mulia untuk melanjutkan upaya mediasinya yang bertujuan untuk penyelesaian krisis, dan berterima kasih kepada Kerajaan atas posisinya yang mapan dan inisiatif kemanusiaannya,” kata lembar fakta itu juga.

Arab Saudi telah memperpanjang visa pengunjung Ukraina, memungkinkan turis dan penduduk di Kerajaan untuk tetap di sana, dan bahwa Arab Saudi telah lebih jauh mendukung upaya bantuan kemanusiaan melalui Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan.

Raja Salman telah memberikan bantuan senilai USD10 juta kepada Pengungsi Ukraina di Polandia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *