MAKASSAR, KACE — Pertemuan Kaukus Pejuang Sulawesi barat, dalam rangka rembuk strategis menyonsong dua dekade lahirnya Provinsi Sulawesi Barat, digelar di Hotel Novotel Makassar, Sabtu 27 April 2024.
Hadir pada acara tersebut para tokoh pejuang Sulbar, diantaranya Prof.Basri Hasanudin, Anwar Adnan Saleh mantan Gubernur smSulbar, Sekprov Sulbar Muh. Idris DP , Rahmat Hasanudin, Hamzah Hapati Hasan, DR.Mujirin Yamin dan Ali Baal Masdar.
Dalam pemaparannya, Prof. Basri Hasanudin mengatakan, untuk menjadi pemimpin di Sulbar, maka syaratnya harus punya mimpi besar, visi untuk membawa Sulbar keluar dari ketertinggalan, keterisoliran, kemiskinan dan mungkin juga kebodohan.
Selain itu, calon pemimpin yang memiliki konsep dan harus diuji oleh pejuang Sulbar.
Kemudian kompetensinya, dilihat dari pendidikannya, kualitasnya dan koneksinya (jejaringnya) ke pemerintah pusat.
“Ini disebut 3 C, yaitu 1. Concep, 2. Competensi dan 3. Conneting. Carilah calon gubernur yang memenuhi kriteria tersebut,” kata Prof Basri.
Anwar Adnan Saleh mengatakan, kepemimpinan di Sulbar ke depan perlu ditetapkan kriterianya, tidak perlu menyebut nama.
Misalnya kriteria tentang kemampuan memimpin, tidak mudah diintervensi dalam mengambil keputusan, bahkan oleh istri sekalipun.
“Sulbar ini perlu pemimpin yang mampu menjawab permasalahan saat ini,” ujarnya.
PJ.Gubernur Sulbar Prof. Zudan mengatakan, yang menjadi perhatian di Sulbar saat ini adalah pendidikan karakter building dan budi pekerti yang harus dimulai dari jenjang PAUD sampai perguruan tinggi.
Di tempat terpisah, bakal calon Gubernur Sulbar Prof Husain Syam (PHS) mengaku sering kali menggaungkan tentang pentingnya pendidikan. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.
Rektor UNM ini juga memiliki mimpi besar membawa Sulbar keluar dari ketertinggalan, kemiskinan dan kebodohan melalui konsep yang telah disiapkan.
“Sebagai putra asli daerah, saya bertanggung jawab menjadikan Sulbar jauh lebih unggul dan sejahtera. Salah satunya dengan mengembangkan SDM masyarakat,” terangnya. (AWY)







