KACE – La Tenritatta Arung Palakka merupakan Raja Bone ke XV. Untuk mengingat mendiang Arung Palaka, maka potongan rambutnya sengaja disimpan, di Museum Arajang kompleks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Potongan rambut Arung Palaka tersimpan rapi dalam sebuah lemari kaca. Tak hanya terpajang rapi, namun dipercaya ada beberapa kisah mistis yang menyelimuti potongan rambut Arung Palak.
Budayawan Bone Andi Yushan Tenri Tappu menceritakan, salah satu kisah mistis yang pernah terjadi. Pernah ada orang yang mengambil sehelai dari potongan rambut Arung Palakka secara diam-diam untuk digunakan sebagai jimat.
Kemudian saat keluar orang itu mengamuk-ngamuk terus.
“Makanya na kembalikan itu cepat sehelai rambutnya Arung Palakka, karena tidak bisa tidur itu orangnya. Merasa diganggui terus. Nah begitulah di kompleks Rujab Bupati Bone, kalau niat orang tidak baik akan ditegur seketika, makanya memang keramat,” terangnya, Sabtu (22/10) kemarin.
Dia menyebutkan, potongan rambut itu juga sakral, sehingga tidak bisa diambil ataupun dibawa keluar dari Arajang dengan sembarangan.
Bahkan kejadian paling mistis adalah potongan rambut itu dipercaya bertambah panjang setiap tahunnya. Yushan melanjutkan, bertambahnya rambut tersebut hingga kini masih menjadi misteri.
“Rambutnya Arung Palakka sudah hampir 400 tahun. Rambut itu dipotong pada tahun 1672 pada waktu selesai memerdekakan rakyat Bugis dari cengkraman lain. Dia mengatakan ‘Baru saya akan potong rambut setelah dilantik jadi raja,” ungkapnya.
Yushan menerangkan, rambut itu disimpan dalam satu tempurung bentuk kepala. Rambut tersebut setiap tahun dipotong karena bertambah panjang. Bahkan, sampai di lantai lemari tempatnya disimpan.
“Pak Syahrul dulu saat masih menjabat Gubernur Sulsel setiap Hari Jadi Bone (HJB) datang, dan kalau panjang lagi rambutnya sampai di lantai lemarinya, dipotong lagi. Semua potongannya disimpan, dan tidak bisa dibawa keluar,” sebutnya.
Suatu ketika presenter kondang Tukul Arwana sempat memasuki Arajang meneliti rambut Arung Palakka dalam sebuah program TV. Namun, sesampainya di dalam Arajang Tukul Arwana langsung merinding dan enggan tinggal berlama-lama.(*)


