MAKASSAR, KABARCELEBES.COM — Ketua Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI Sulsel Tarmidzi Tahir mendesak pemerintah atau pihak terkait menutup permanen sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) berkedok cafe di Kota Makassar.
Sebab, banyak ditemukan menyiapkan peralatan musik dan DJ layaknya THM tanpa mengantongi izin resmi sesuai peruntukannya.
Sehingga pihaknya meminta pemangku kebijakan, dalam hal ini Pemprov Sulsel segera bertindak, mulai dari mengevaluasi izin kafe, THM dan bar yang telah diterbitkan.
“Mengapa hal tersebut mendesak untuk ditindaklanjuti, sebab kami tidak ingin generasi muda terjerumus ke hal-hal negatif yang dapat merusak moral dan ahlak,” kata Tarmidzi, Rabu 11 Desember 2025.
Prima DMI, lanjut dia, memiliki tugas berperan aktif dalam membangun generasi muda Islam dan masjid yang berdaya di Sulsel.
Tidak hanya itu, pihaknya juga banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait aktifitas cafe berkedok THM yang mengganggu ketertiban umum.
Suara musik yang berisik kerap terdengar hingga tengah malam, membuat warga sekitar tidak bisa istirahat dengan tenang.
“Kami bahkan bertanya langsung ke masyarakat di Jalan Syarif Alqadri, Makassar, mereka rata-rata resah dengan cafe di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Noyu Eat & Drink Meresahkan
Menurut warga yang menolak menyebutkan identitasnya, Noyu Eat & Drink dulunya hanya cafe biasa yang kemudian menjelma menjadi THM.
Noyu Eat & Drink juga diduga menyediakan sexy dancer pada malam Rabu dan malam Minggu. Sehingga izinnya pun dipertanyakan.
“Kalau malam Minggu pengunjungnya ramai sampai jam 03.00 atau 04.00 subuh. Hampir setiap hari ada saja keributan setelah orang keluar dari Noyu,” katanya. (*)







