Berita  

Putra Daerah yang Siap Menjadikan Sulsel Maju, Bersih dan Bermartabat

Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki

MAKASSAR, KACE — Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI-AD yang terakhir menjabat sebagai Panglima Kodam XIV Hasanuddin.

Panglima Ta’ merupakan keturunan Raja Gowa, Raja Bone, Datu Luwu dan Puang Sanggalla (Toraja).

Sebagai putra asli daerah, dirinya mengaku bertanggung jawab untuk menjadikan Sulawesi Selatan jauh lebih maju.

Selain itu, mengembalikan martabat dan kejayaan Sulsel juga menjadi salah satu prioritasnya usai pensiun dari militer.

“Sebagi putra asli daerah dan darah kepemimpinan yang mengalir dalam dirinya, tentu menjadikan Sulsel lebih maju dan bermartabat sudah menjadi kewajibannya,” kata Panglima Ta’ di Makassar, baru – baru ini.

Tidak hanya itu, membuat masyarakat jauh lebih sejahtera, kata dia, sudah menjadi keharusan. Sehingga dirinya telah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mengakomodasi kebutuhan warga.

Dari hasil penelusurannya, profesi masyarakat Sulsel sangat beragam, mulai dari ASN, TNI, Polri, pedagang dan petani.

Berbicara soal pertanian, suami dari Amelia Arisanti ini bahkan jauh – jauh hari telah memikirkan formula khusus yang nantinya kebijakan pemerintah akan lebih berpihak kepada petani, bahkan kepada nelayan dan peternak.

“Selama saya jadi, Kasdam, Pangdam, saya sudah memotret kondisi masyarakat yang bergelut di bidang agro. Saya sudah tahu masalah dan kendalanya. Sehingga jika Allah mengizinkan menjadi Gubernur Sulsel, program – program yang memihak masyarakat sudah bisa langsung direalisasikan,” ujarnya.

Begitu juga dengan sektor – sektor lainnya. Panglima Ta’ bahkan punya strategi khusus agar seluruh masyarakat bisa berpenghasilan.

“Jadi bukan hanya sektor pertanian, peternakan, semua lini akan diberdayakan. Bahkan, peluang – peluang lapangan pekerjaan akan semakin luas, jadi tidak ada lagi yang namanya pengangguran di Sulsel, Insya Allah,” cetusnya.

Diketahui, saat ini Panglima Ta’ diberi kepercayaan menjadi Ketua DPD Pepabri Sulselbar, Ketua LVRI Sulselbar dan Ketua Dewan Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel.

Sekilas tentang silsilah, Panglima Ta’ adalah keturunan langsung Andi Mappanyukki (1885 -18 April 1967) yang merupakan pejuang dan seorang bangsawan di Sulawesi Selatan.

Ia adalah Putra dari Raja Gowa ke XXXIV yaitu I’Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang Sultan Husain Tu Ilang ri Bundu’na (Somba Ilang) dan I Cella We’tenripadang Arung Alita, putri tertua dari La Parenrengi Paduka Sri Sultan Ahmad, Arumpone Bone (Raja Bone).

Ia pulalah yang memimpin raja raja di Sulawesi Selatan untuk bersatu dan bergabung dengan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1950. Pada masa jabatan Andi sebagai Raja Bone, banyak konflik yang terjadi dengan kolonial Belanda. Saat itu Belanda menawarkan kerjasama dengan Andi Mappanyukki, namun ia menolaknya. Penolakannya tersebut, membuat Andi Mappanyukki diturunkan jabatannya dari Raja Bone oleh kekuatan kekuasaan Belanda.

Sebelum ditugaskan menjadi Pangdam XIV Hasanuddin, Andi Muhammad juga memiliki karier militer yang cemerlang. Dia sempat menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri (Pangdif) 2 Kostrad yang bermarkas di Malang.  Divif 2 Kostrad ini menaungi sejumlah pasukan elite TNI AD yang memiliki sejumlah kualifikasi tempur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *