Panglima Ta’ bersama Ibu saat melaksanakan Ibadah Umrah di Tanah Suci
Penulis : Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki
Aku sangat mencintai Ibu dan tidak tahu di mana dan bagaimana aku tanpa Ibu. Terima kasih untuk segalanya. Selama ini aku mungkin tidak tahu bagaimana menunjukkan betapa aku menyayangi Ibu, tapi Ibu perlu tahu bahwa aku menyayangi Ibu dengan segenap hatiku.
Itulah kata – kata yang keluar dari mulutku dari lubuk hatiku yang paling dalam. Meski hal itu tidak berarti apa – apa dibandingkan pengorbanan Ibu yang tak kenal lelah demi membesarkan kami dan mendidik menjadi orang yang baik dan berguna bagi semua orang.
Bagiku, sosok Ibu adalah pejuang sekaligus pahlawan bagi kami. Ibu rela mengorbankan apapun demi mengandung kami selama sembilan bulan, mempertaruhkan nyawa antara hidup dan mati dengan kasih sayangnya tanpa pamrih dan mengeluh sedikitpun.
Kasih sayang yang begitu besar dari seorang Ibu akan selalu ada di dalam doaku setiap saat, bahkan sepanjang masa.
Terima kasih atas seluruh tenaga dan pikiran yang Ibu curahkan bagi kami anak – anakmu. Perhatianmu begitu besar terhadap keluarga, sehingga rela mengorbankan seluruh tenaga dan waktu hanya demi membahagiakan kami.
Ibu sangat sabar, pengertian dan pemaaf membesarkan kami tanpa syarat. Semua kebutuhan dan keperluan kami dan selalu disiapkan tanpa harus diminta.
Ibu memang seorang wanita yang tangguh dengan segala tenaga yang dimilikinya. Ibu mampu mengurus semuanya. Dan semua itu dilakukannya dengan hati yang tulus dan kasih sayang yang begitu besar.
Sekali lagi terima kasih Ibu. Doaku yang terbaik bagi Ibu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungimu. Selamat Hari Ibu. (*)







