Berita  

Begini Makna Kemerdekaan Menurut Panglima Ta’

MAKASSAR, KABARCELEBES.COM – 17 Agustus bukan sekadar penanda historis bagi bangsa Indonesia. Melainkan simbol lahirnya kedaulatan serta menjadi titik awal bagi perjalanan bangsa menuju cita-cita kemanusiaan yang adil dan beradab.

Hal itu dikatakan Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) saat dimintai tanggapan mengenai makna kemerdekaan.

Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya sekadar bebas dari penjajahan, tetapi lebih merupakan kebebasan untuk menentukan arah pembangunan, khususnya di Sulsel.

Maka dari itu, kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang mengusir penjajah, tetapi tentang membebaskan diri dari kebodohan, korupsi dan kemiskinan.

“Sehingga saya mengimbau kepada generasi muda penerus bangsa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara karakter sesuai budaya kita,” ujar Panglima Ta’ di Makassar, Minggu 17 Agustus 2025.

Dirinya juga menekankan tentang hakikat kemerdekaan, yakni dengan terwujudnya kemakmuran dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.

“Namun kenyataannya hingga saat ini masih ada orang miskin dan masyarakat yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Itulah realita,” kata Ketua DMI Sulsel ini.

Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun kemerdekaan sejati dengan penuh integritas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *