MAKASSAR, KACE — Puluhan Wija Arungpone yang tersebar di seantero Indonesia, berkunjung ke Istana Jongaya, Jalan Kumala, Makassar, Minggu 28 Mei 2023.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (Panglima Ta’) mengimbau kepada tamu yang hadir untuk terus melestarikan adat istiadat serta budaya bangsa, khususnya di Sulsel.
Menurutnya, pelestarian budaya sangat penting untuk dilakukan sebab Sulsel, terkhusus Kabupaten Bone sejauh ini sangat dikenal dengan kebudayaannya.
“Daerah asal kita semua memang sangat kental dengan kebudayaan, bahkan keseharian kita memang tidak bisa dipisahkan dengan budaya. Maka dari itu, saya meminta untuk terus menjaganya ditengah gempuran budaya asing yang bisa merusak tatanan,” ujar Panglima Ta’ yang juga cucu Raja Bone ke 32 ini.
Terkait kegiatan pertemuan akbar Wija Arungpone pada 4 Juni 2023 mendatang, dirinya mengaki sangat mengapresiasi sekaligus mendukung acara tersebut.
Sebab menurut Ketua DPD Pepabri Sulselbar ini, event – event seperti itu mesti dilestarikan. Karena selain mempertemukan keluarga, juga sebagai ajang silaturahmi sesuai sunnah Nabi Muhammad.
“Umat Islam dianjurkan memperbanyak silaturahmi. Nah, di kegiatan nanti itu kita rangkaikan juga sebagai ajang silaturahim. Karena bisa memperpanjang umur, juga memperluas rezeki,” tutur eks Pangdam XIV Hasanuddin ini.
Tidak hanya itu, di hadapan puluhan Wija Arungpone, Ketua DPD LVRI Sulselbar ini juga menekankan pentingnya memperkenalkan budaya ke masyarakat secara umum. Hal itu telah menjadi tugas wajib seorang keturunan Arungpone.
’’Silaturahmi sesama keluarga Wija Arungpone ini perlu dimatangkan dan dikemas sebaik mungkin. Insya Allah saya akan mendukung kegiatan yang bisa mengembalikan marwah, sekaligus menjadikan daerah kita jauh lebih maju, bersih dan bermartabat,” pungkasnya. (*)







