Berita  

Hadiri Pelantikan Pengurus LKSA Sulsel, Panglima Ta’ : Selamat Bekerja Melindungi Anak

Panglima Ta’ memberikan sambutan pada pelantikan pengurus LKSA Sulsel di Hotel Claro Makassar, Selasa 13 Desember 2022.

MAKASSAR, KACE — Presiden Anak Yatim Indonesia M Zairullah Azhar melantik dan mengukuhkan pengurus wilayah dan kabupaten dan kota Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Selasa 13 Desember 2022.

Dalam kegiatan tersebut, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) diundang khusus sebagai tamu kehormatan.

Dalam sambutannya, Panglima Ta’ mengatakan bahwa momentum ini dimaknai sebagai wujud kepedulian terhadap perlindungan anak di Sulsel secara khusus.

Agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

“Tentu diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama berperan aktif meningkatkan kepedulian dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, juga memastikan segala hal yang terbaik untuk anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya,” ujar Panglima Ta’.

Maka dari itu, mental dan cara berpikir anak perlu digembleng sejak dini. Seba menurut saya, pada fase ini anak memiliki banyak kebingungan mengenai identitas dirinya, sehingga pada fase ini seorang remaja mencari jati diri yang akhirnya akan timbul masalah satu per satu.

Dirinya juga menyoroti fenomena media sosial belakangan ini yang ikut mempengaruhi perilaku dan mental seorang anak. Bahkan tak jarang anak ikut ikut tren yang sedang trending saat ini tanpa memikirkan dampaknya.

Contoh kasus yang pernah ramai diperbincangkan, yakni kasus tewasnya remaja penghadang truk demi konten yang tengah viral di media sosial.

Tidak hanya sekali terjadi, aksi tersebut telah berulang kali dilakukan dan memakan korban jiwa di berbagai tempat.

Oleh karena itu, platform media sosial perlu lebih aktif dalam mendeteksi berbagai konten yang mendorong orang untuk melakukan aksi yang membahayakan keselamatan.

Selain dari pengelola platform media sosial, diperlukan juga perhatian serius dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, orangtua, dan masyarakat secara umum.

Karena saat ini banyak orang mencoba peruntungan untuk menjadi viral di media sosial dengan membuat konten. Tidak jarang, tren viral yang diikuti masyarakat merupakan sesuatu yang dapat membahayakan diri, khususnya apabila aksi tersebut diikuti oleh anak.

Hal ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama, baik itu pemerhati anak, pemerhati sosial, lembaga – lembaga swadaya masyarakat dan tentunya pemerintah sebagai pihak regulator.

Melalui LKSA yang merupakan organisasi sosial atau perkumpulan sosial yang melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial anak ini, ia berharap menjadi tempat pengganti keluarga dalam memenuhi proses perkembangan anak yang tentunya membutuhkan peran serta semua pihak untuk menjadikan lembaga ini semakin berkembang.

“Saya ucapkan selama bekerka kepada pengurus yang baru saja dilantik. Semoga dapat melindungi dan memenuhi hak – hak anak sebagai penerus bangsa,”pungkasnya.

Sementara Zairullah Azhar mengatakan, organisasi yang dipimpinnya ini berperan aktif membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah sosial anak.

“Berbagai masalah sosial itu seperti tersandung hukum, narkoba, mengalami kekerasan, putus sekolah dan lainnya termasuk perhatian untuk anak yatim,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, hak-hak anak yang tergabung di Fornas LKSA ini baik kesehatan, pendidikan, mendapatkan pelayanan publik dan identitas anak bisa dipenuhi negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *