Jika Andalan – Panglima Ta’ Berpasangan, Begini Respon Masyarakat

MAKASSAR, KACE — Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan jadwal Pilkada serentak pada 27 November 2024.

Penetapan itu dituangkan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2/2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

PKPU Nomor 2/2024 itu diteken Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pada 26 Januari 2024.

Mantan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman atau Andalan, besar kemungkinan akan kembali maju untuk periode kedua.

Bagi Andi Sudirman Sulaiman, pada Pilgub Sulsel 2024 ini akan berpotensi muncul penantang kuat.

Sebut saja Rusdi Masse yang kini mendapat mandat dari Partai Nasdem menatap Pilgub Sulsel 2024 sebagai bakal calon Gubernur.

Lalu di Partai Golkar Taufan Pawe. Namun belakangan, nama Ketua Golkar Sulsel itu diragukan karena gagal mempertahankan kursi Ketua DPDR Sulsel pada pemilu tahun ini.

Sekretaris DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) Syaharuddin Alrif memastikan partainya akan mengajukan kader sendiri sebagai kandidat calon gubernur dalam Pilkada 2024.

Dalam upaya memperkuat persaingan politik, satu-satunya kader yang telah disiapkan untuk memasuki arena pertarungan perebutan kursi nomor satu di Sulsel adalah Rusdi Masse Mappasessu.

“Ada kader kita sendiri yang mau maju Pilgub Sulsel, ada Pak Rusdi Masse, kita yang punya tiket,” kata Syaharuddin.

Hanya saja, dalam dunia politik kejutan itu selalu ada. Misalnya saja munculnya figur – figur yang berasal dari luar partai.

Sebut saja Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki atau yang akrab disapa Panglima Ta’.

Bahkan, banyak masyarakat Sulsel yang menginginkan jika Andalan dan Panglima Ta’ berpasangan saja pada pilgub 2024.

Alasannya, kedua sosok ini bersih dari catatan – catatan dugaan korupsi. Berbeda dengan bakal calon lain yang sudah pernah di bui karena kasus korupsi.

“Cuma Panglima Ta’ sejauh ini yang paling bersih, tidak ada tersangkut kasus apapun. Kalau (figur) yang lain, aduh masyarakat juga sudah tahu bagaimana,” ujar Ramdhan, warga Bontomarannu, Gowa.

Dirinya berharap Panglima Ta’ dan Andalan berpasangan pada pilkada tahun ini.

“Cocok sekali berpasangan (Panglima Ta’ – Andalan). Sama – sama bersih, ” cetusnya.

Marwan, warga Gowa lainnya juga berpendapat yang sama. Menurutnya, jika keduanya berpaket maka Sulsel akan jauh lebih baik, maju dan sejahtera.

“Kalau yang lain cuma slogan saja membawa perubahan, Sulsel lebih baik dan lainnya, tapi masyarakat sekarang sudah pintar. Bahkan kami juga sudah jenuh dipimpin orang dari klan yang sama, tidak adaji perubahan, dia – dia terusji mau. Kenapa tidak kasi kesempatan yang lain,” ujarnya.

Senada, Rinto, warga Kota Makassar bahkan ingin segera pilgub digelar dan memilih pemimpin yang betul – betul tulus ingin bekerja untuk rakyat.

“Bukan yang bisanya pencitraan saja di medsos atau di media lain. Sekarang kan banyak yang hanya tahu bikin – bikin konten saja, tidak tahu apa prestasinya. Tidak cocok dipilih yang begitu,” tegasnya.

Ia beranggapan jika Panglima Ta’ dipasangkan dengan Andi Sudirman, Sulsel akan jauh lebih baik dan beradat. Keduanya sosok yang baik dan belum ada cacatnya. “Cocokmi itu (Panglima Ta’ – Andalan) berpasangan,” kata Rinto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *