Berita  

Lama Tidak Terpakai Jembatan di Mamuju Jadi Tempat Horor

KACE – Sebuah jembatan di Desa Takadeang, Tappalang, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) sudah lama tak terpakai. Hal tersebut menyebabkan jebatan itu menjadi tempat horor.

Bahkan masyarakat sekitar mempercayai jembatan yang terkenal angker ini seringkali meminta tumbal dari pengendar yang melintas. Masyarakat di sana menamakannya dengan Jembatan Bolong.

Dahulu, Jembatan Bolong lama menjadi satu-satunya penghubung Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Makassar. Setiap kendaraan yang akan keluar atau masuk ke Kabupaten Mamuju akan melewati jembatan yang penuh dengan cerita mistis itu.

Namun setelah dibangunnya Jembatan Bolong yang baru, maka yang lama seperti terlupakan. Jalan menurun yang terjal dan licin dari kedua arah menuju Jembatan Bolong menjadi ciri khasnya.

Belum lagi dengan ukuran jalan yang sempit membuat pengendara mesti ekstra hati-hati ketika melintas. Di sisi kiri dan kanan jembatan, terdapat pepohonan yang membuat nuansanya kian mistis. Begitu juga dengan suara derasnya aliran Sungai Takandeang yang tepat berada di bawah jembatan tersebut.

Ditambah lagi dahulu tidak ada penerangan bahkan rumah penduduk di sekitar jembatan. Awalnya jembatan itu dibuat menggunakan kayu hitam.

Dari sinilah asal mula nama Jembatan Bolong diberikan. Dalam bahasa lokal di Mamuju, bolong mempunyai arti kata hitam, sehingga penamaan itu disesuaikan dengan warna kayu jembatan.

“Dulu memang ada kecelakaan bus tahun 1990-an dan awal 2000-an kalau tidak salah dan banyak penumpang tewas. Dari situ tambah banyak warga yang percaya memang minta tumbal ini jembatan. Jembatan yang dikenal sekali angkernya di Mamuju kalau ini (Jembatan Bolong),” ucap Irfan salah satu warga sekitar kepada wartawan, Senin (24/10) kemarin. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *