Menjaga Asa dan Kepercayaan Demi Sulsel Bermartabat

Oleh : Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki

AKHIR tahun selalu menjadi ruang refleksi tentang sejauh mana upaya menjadi lebih baik, dan di titik mana kita perlu berbenah.

Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memastikan bahwa apa yang telah direncanakan berjalan pada jalur yang benar.

Menjelang pergantian tahun (2025 ke 2026), saya kembali menyoroti tentang semakin kuatnya pengaruh negatif yang semakin menggerus jati diri bangsa. Tidak terkecuali di Sulawesi Selatan. Jika dibiarkan, akan merusak tatanan kehidupan.

Untuk itu, saya kembali menegaskan komitmen memperjuangkan kedaulatan politik yang bermartabat, kemandirian ekonomi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berjuang bersama menjadikan negeri tercinta ini lebih kuat.

Sudah saatnya sistem perpolitikan di Tanah Air membawa keadilan dan kemakmuran bagi rakyat, bukan justru memperlebar kesenjangan sosial yang bisa memicu konflik.

Kita juga jangan mudah dikuasai oleh kepentingan kelompok atau elit tertentu. Sebab, Indonesia adalah milik seluruh rakyat. Karena itu, praktik-praktik yang tidak membawa kemaslahatan harus dihentikan.

Oleh karena itu, setiap persoalan yang ada, mulai dari pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan pelayanan publik, harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama.

Disinilah partai politik memiliki peran strategis sebagai pengawal aspirasi publik serta penjaga kualitas kebijakan.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media dan masyarakat umum, bukan hal yang mustahil kesejahteraan dan kemakmuran yang merata akan segera tercipta.

Di atas semua itu, kepercayaan publik merupakan modal yang sangat berharga. Kepercayaan tidak bisa diminta, tetapi harus dibangun melalui konsistensi dan keberanian mengakui kekurangan.

Menatap ke depan, sebuah daerah harus ditata dengan program berkelanjutan dan berkeadilan. Sebab sangat menentukan kualitas hidup generasi berikutnya.

Sehingga, menjaga asa dan memperkuat kepercayaan adalah kunci untuk menata masa depan Sulsel yang lebih bermartabat. (*)

Salamaki Tapada Salama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *