Menjaga Muruah Pendidikan di Era Digital

Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki.

2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional (Hardikanas). Tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Sebuah momentum penting untuk merenungkan perjalanan dan arah pendidikan Indonesia di tengah era digitalisasi zaman yang terus berkembang. Tentu peringatan ini tidak cukup dimaknai sekadar seremoni tahunan. 

Program digitalisasi pendidikan telah membawa angin segar, memberi ruang bagi guru dan siswa untuk lebih kreatif dan mandiri.

Namun, di balik berbagai kemajuan tersebut, kita masih menghadapi tantangan mendasar yang tidak sederhana. Yaitu, bagaimana menjaga muruah atau kehormatan pendidikan bangsa dan tenaga pendidik itu sendiri. Lantas apa yang ingin kita bangun ke depan ?

Fokus utama pendidikan adalah pembentukan karakter, tidak hanya mengembangkan generasi pelanjut yang cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan moral.

Agama Islam juga memandang pendidikan sebagai proses transformasi menuju kesempurnaan moral dan intelektual. Sehingga nilai moral wajib terus ditanamkan agar menjadi bagian dari kepribadian peserta didik.

Dalam pendidikan moral tentu mengutamakan kedisiplinan dan kejujuran. Peserta didik dibimbing untuk mampu menentukan pilihan yang benar.

Begitu juga pembentukan karakter dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan nilai positif dan tanggung jawab.

Di sisi lain, era digital telah menghadirkan akses informasi tanpa batas yang turut memengaruhi perkembangan di dunia pendidikan.

Sehingga, peserta didik perlu memiliki kemampuan menganalisis dan mengolah informasi menjadi ilmu pengetahuan.

Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat penting membimbing, menyaring, dan menanamkan nilai agar anak tidak kehilangan arah.

Oleh karena itu, Hardiknas 2026 sudah seharusnya menjadi momentum evaluasi. Tidak hanya pendidikan modern, tetapi harus dibarengi nilai – nilai moral dan etika.

Mari bersama menjaga dan memastikan pendidikan tidak salah arah. Karena sejatinya, pendidikan adalah bagaimana mencetak generasi barkarakter dan bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *