MAKASSAR, KACE — Bursa bakal calon Gubernur Sulsel pada Pilkada 2024 terus bergulir. Hanya saja, hampir semua lapisan masyarakat masih bertanya – tanya siapakan yang akan ikut bertarung pada kontestasi politik lima tahunan tersebut.
Bahkan, beberapa pengamat politik memprediksi sedikitnya tiga atau empat pasangan bakal calon yang bakal berebut suara pada Pilgub Sulsel November 2024 mendatang.
Mereka yang berpotensi ikut cukup banyak, misalnya Andi Sudirman, Rusdi Masse, Adnan Purichta, Mayjen TNI Purn Andi Muhammad (Panglima Ta’), Jenderal Fadil Imran, Ilham Arif Sirajuddin, Indah Putri Indriani, Nurdin Halid, Topan Pawe, Andi Iwan Darmawan Aras, Azhar Arsyad, Danny Pomanto dan Amar Ma’ruf Amran Sulaiman.
Sementara Partai Golkar menyiapkan kadernya untuk menjadi kepala dan wakil kepala daerah di Sulsel.
“Iya betul sebagai perekrutan awal, masih akan dievaluasi,” kata Ketua Bappilu Golkar Sulsel La Kama Wiyaka beberapa waktu lalu.
Ke empat nama yang diusung maju sebagai bakal calon gubernur Sulsel, yakni Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP), Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Luwu Utara Indah Indriani Putri dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Adapula yang menyandingkan Adnan Purichta dengan Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (Panglima Ta’).
Pakar Politik Prof Sukri Tamma, menilai pada prinsipnya, pilkada itu untuk menarik perhatian masyarakat yang membuat kader partai ataupun bukan, sama-sama punya peluang.
”Kalau latar TNI atau Polri punya jaringan. TNI sampai Koramil dan Polri ada Polsek,” ujarnya.
Dengan begitu, sosok ini akan menjadi warna tersendiri, sebab merupakan kandidat alternatif jika parpol sulit menentukan keputusan dari kesepakatan antar partai.
Sehingga, jika parpol tidak bisa mengusung kadernya, maka mereka tentu akan memilih figur yang mau tunduk dengan partainya.
Dimintai tanggapan, Panglima Ta’ mengaku masih menunggu respon masyarakat partai politik.
Terkait ada yang menyandingkan dirinya dengan Bupati Gowa, dirinya mengatakan hal itu adalah bentuk animo masyarakat.
“Saya kira politik ini dinamis. Semua bisa terjadi. Selalu ada kejutan dalam pesta demokrasi,” kata eks Pangdam XIV Hasanuddin ini.
Untuk partai, Ketua DMI Sulsel ini membeberkan setidaknya telah berkomunikasi dengan beberapa petinggi partai. Bahkan, ketua umumnya. (*)







