MAKASSAR, KACE — Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan menggelar muktamar ke VIII di Jakarta, 1 hingga 3 Maret 2024.
Adapun muktamar ini merupakan agenda lima tahunan dan forum tertinggi dalam kepengurusan DMI yang diikuti oleh seluruh Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Daerah (PD) DMI.

Dimintai tanggapan, Ketua DMI Sulsel Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (Panglima Ta’) mengatakan, melalui muktamar akan disampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, tanggapan dan pembahasan, menyusun program lima tahunan.
Menurut eks Pangdam XIV Hasanuddin ini, tidak mudah mendapatkan sosok yang memenuhi persyaratan untuk memimpin DMI ke depan.
Karena itu, DMI membutuhkan sosok dan figur yang memiliki kompetensi yang memadai, komprehensif dan kecukupan secara materi.
Yang paling penting, pemimpin DMI harus yang memiliki jaringan dan kreativitas agar mampu menghidupkan perekonomian jemaah.
“Saat ini DMI dipimpin Bapak Muhammad Jusuf Kalla, sepertinya belum ada yang menyamai beliau,” kata Ketua DPD Pepabri Sulselbar ini.
Menjadi pengurus DMI, lanjut Panglima Ta’, merupakan bentuk pengabdian untuk memakmurkan masjid. Bukan untuk tujuan lain. “Jadi murni untuk kemaslahatan masjid dan umat,” ujarnya.
Terlebih saat ini, masih banyak masalah ekonomi yang dihadapi umat Islam di Indonesia.
Untuk itu, pengurus masjid dapat menjalin kerjasama membangun kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu lembaga pemerintah maupun swasta. “Saatnya pengurus masjid memakmurkan jemaah masjid,” kuncinya. (*)







