MAKASSAR, KABARCELEBES.COM – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) mendorong agar masjid bukan sekadar sarana ibadah.

Menurutnya, masjid merupakan perekat yang mampu menyatukan seluruh umat beragama. Sebab di Indonesia terdapat banyak suku, ras, agama dan golongan namun tetap dalam balutan Bhinneka Tunggal Ika. Dimana perbedaan tidak menghalangi persatuan.
Selain itu, masjid harus difungsikan sebagai pemersatu dan penguat persaudaraan antar sesama manusia dengan memanfaatkan teknologi untuk sebagi episentrum pembinaan peradaban umat.
“Mari tetap menjaga keutuhan NKRI. Tetap rukun dan damai untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara dan hal itu bisa dimulai dari masjid,” cetusnya dalam acara silaturahmi bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Nuri, Makassar, Senin 9 Februari 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar yang dalam sambutannya mengatakan bahwa silaturrahim ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan ormas Islam dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas pelayanan umat di Sulsel.
Dirinya menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan Ormas Islam sebagai mitra utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta merawat persatuan umat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Menurut Menag, Ormas Islam memiliki peran sentral dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan penguatan akhlak sosial, sehingga sinergi yang terbangun melalui MoU ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.
Rangkaian kegiatan ini juga dirangkaikan penandatanganan MoU antara Kepala Kanwil Kemenag Sulsel dengan para pimpinan Ormas Islam di Sulawesi Selatan. (*)







