Berita  

Panglima Ta’ Serukan Persatuan dan Mengedepankan Rasa Empati

Panglima Ta' memberikan arahan kepada jemaah Masjid Nurul Mu'jizat Kompleks Kejaksaan Makassar.

MAKASSAR, KABARCELEBES.COM – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) bersama jajaran pengurus DMI, menggelar tausiyah subuh di Masjid Nurul Mu’jizat, Kompleks Kejaksaan, Makassar, Selasa 20 Januari 2026.

Di hadapan jemaah masjid, Panglima Ta’ mengingatkan bahwa dalam situasi yang masih dihadapkan pada berbagai musibah di sejumlah wilayah Indonesia, seperti di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, masyarakat diimbau untuk mengedepankan empati dan rasa kemanusiaan.

Ia mengajak masyarakat menyalurkan bantuan dan donasi untuk membantu pemulihan warga terdampak bencana di Sumatera, maupun di daerah lainnya.

“Mari kita doakan dan bantu saudara – saudara kita yang terdampak musibah di Aceh, Sumatra dan daerah lain di Indonesia,” serunya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya kembali menekankan pentingnya persatuan umat Islam serta peran dakwah dalam kehidupan bermasyarakat.

Sekaligus mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Mengutip Surah At-Taubah ayat 18, menegaskan bahwa orang-orang berimanlah yang memakmurkan masjid dengan mendirikan salat, menunaikan zakat, serta hanya takut kepada Allah SWT.

Untuk itu, DMI terus melakukan kegiatan yang bertujuan menjadikan masjid lebih nyaman digunakan beribadah dan aktifitas lainnya.

“Yang paling utama, saya mengajak seluruh umat muslim agar menghidupkan masjid dengan salat berjamaah lima waktu di rumah Allah,” ujarnya.

Sementara Al Ustad Buya Andi Ikhsan dalam ceramahnya mengatakan, pengurus masjid dan jemaahnya merupakan orang-orang pemberani. Karena telah memakmurkan rumah Allah.

Menurutnya, umat muslim yang senantiasa menghidupkan dan memakmurkan masjid, tidak takut terhadap apapun, melainkan hanya tunduk kepada Allah.

“Ketika seorang muslim telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah, maka tidak sedikitpun ketakutan dan keraguan dalam menjalani kehidupan di dunia,” ujarnya.

Sebab, mereka adalah manusia yang bersyukur karena telah diberi banyak nikmat dan kebaikan oleh Allah.

“Sehingga mari kita memperbanyak rasa syukur kepada Allah, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” seru Buya Ikhsan. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *