MAKASSAR, KACE — Pengamat politik Faisal Amir memprediksi sedikitnya tiga atau empat pasangan bakal calon Gubernur-Wagub yang bakal bertarung pada Pilgub Sulsel 2024 mendatang.
Prediksi kali ini cenderung lebih ramai dengan para figur atau tokoh yang bermunculan dan berpotensi pada kontestasi politik 2024.
Mereka yang berpotensi ikut cukup banyak, misalnya Andi Sudirman, Rusdi Masse, Adnan Purichta, Mayjen TNI Purn Andi Muhammad (Panglima Ta’), Jenderal Fadil Imran, Ilham Arif Sirajuddin, Indah Putri Indriani, Nurdin Halid, Topan Pawe, Andi Iwan Darmawan Aras, Azhar Arsyad, Danny Pomanto dan Amar Ma’ruf Amran Sulaiman.
“Namun saya kira jumlah pasangan calon antara tiga atau empat pasangan calon saja,”ucap Faisal Amir belum lama ini.
Dari nama-nama tersebut, mereka akan berkonsolidasi dan berkoalisi menjadi calon gubernur atau calon wakil, sangat ditentukan oleh kondisi politik saat itu.
“Butuh 17 kursi untuk cukup mencalonkan. Berarti Nasdem bisa mengusung sendiri tanpa koalisi dgn 17 kursi,”ujarnya.
Golkar, gerindra, PKB dan PPP harus ada koalisi untuk cukup minimal 17 kursi bisa mengusung. Demikian juga partai lainnya PDI Perjuangan, Demokrat, PKS maupun PAN bisa berkoalisi untuk mengusung paslon gubernur.
Sementara itu, Gerindra belum pasti mengusung mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman (ASS) kembali di Pilgub 2024. Gerindra menegaskan sejauh ini masih memprioritaskan kadernya sebelum mempertimbangkan figur eksternal.
“Saya pikir kalau permasalahan (ASS) maju itu tidak bisa kita halangi hak konstitusionalnya orang kan, itu hak konstitusionalnya. Tapi kalau untuk Gerindra sendiri memprioritaskan kader, dari Pilkada lalu Gerindra memprioritaskan kader,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Gerindra Sulsel, Harmansyah.
Harmansyah menyebut Gerindra akan menjaring kader internal terlebih dahulu. Gerindra baru akan mempertimbangkan figur eksternal setelah tidak ada kader potensial yang berniat maju Pilkada. (*)







