MAKASSAR, KACE — Hj. Mottiara,S.ag adalah aktivis PMII dan aktivis perempuan, khususnya pada kegiatan pemberdayaan masyarakat serta pendampingan anak di Kota Makassar.
Sebelum terjunje dunia politik, keseharian Mottiara aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, namun yang paling intens dilakukan adalah pengorganisasian dan pendampingan anak jalanan di Kota Makassar.
Awal tahun 2004, ia banyak terlibat di kegiatan lembaga perlindungan anak Sulsel. Bersama aktivis pekerja, dia konsentransi pada anak-anak tukang becak, di mana saat itu pekerja anak sangat marak di Kota Makassar.
Dirinya kemudian mendirikan sekolah informal untuk anak-anak putus sekolah di kawasan kumuh sekitar Jalan Andi Tonro, bersamaan juga aktif sebagai volunter program pencegahan HIV/AIDS.
Saat ini, ia memutuskan masuk ke dunia politik melaui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai arena untuk memperjuangkan kemajuan kepemimpinan perempuan, percepatan kesetaraan gender, terutama mengawal program pemerintah dalam mengimplementasikan SDGs.
Sebab menurutnya, kesetaraan gender belum menunjukan kemajuan dalam pembangunan. Tingkat partisipasi perempuan dalam berbagai pelayanan publik masih rendah.
Selain itu, perkawinan anak masih tinggi, KDRT, diskriminasi perempuan, tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) serta perempuan dengan upah murah.
“Problem ini sangat penting diperjuangkan melalui parlemen dengan mendorong kebijakan dan alokasi budget di program pemerintah,”ujarnya.
Inilah yang mendorong Hj.Mottiara,Sag untuk tertarik maju bertarung untuk mengisi kursi DPRD Sulsel daerah pemilihan Makassar A. (*)







