MAJENE.KACE — Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Sulsel, Prof Husain Syam (PHS) meladeni kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulbar di salah satu warung kopi di Majene, Jumat petang, pekan ini.
Ratusan kader HMI terlihat antusias berdiskusi dengan tokoh pendidikan tersebut hingga pukul 03.00 dini hari. PHS mendorong generasi muda, utamanya kader HMI agar turut andil memajukan daerahnya.
“Banyak sektor yang perlu sentuhan kaum muda untuk kemajuan daerah ini. Kader HMI harus mencirikan karakter yang berpendidikan, terutama di kabupaten yang dijuluki sebagai pusat pendidikan Sulbar ini,” katanya.
Lanjut PHS, pendidikan jangan diartikan dengan adanya kampus dan jenjang pendidikan lainnya. Melainkan, attitute generasi muda dalam hidup bermasyarakat juga merupakan contoh orang berpendidikan.
“Anak muda harus punya ciri khas, berbudaya, berkarakter, berdaya saing, itu juga bagian dari pendidikan,” tegasnya.
PHS juga membahas potensi-potensi alam yang masih belum tersentuh dan terkelola dengan baik. Sumber daya tersebut membutuhkan tangan-tangan generasi muda.
“Jangan hanya soal pendidikan juga, banyak hal yang mesti dibangun. Di sektor pertanian, misalnya. Jangan gengsi sarjana jadi petani, petani kita perlu diedukasi, tugas kita untuk mengedukasi itu semua,” terangnya.
Sebelum bersama kader HMI, PHS juga berdiskusi dengan Kiai Ilham Saleh di Majene. PHS dijamu sarabba hangat dan pisang goreng oleh sang Kiai.
Akhir-akhir ini, Ketua KKMSB Provinsi Sulsel memang kerap membangun silaturahmi dan silatulfikri dengan tokoh masyarakat, Agamawan, hingga generasi Milenial guna mendorong adanya gerakan massif bersama semua stakeholder untuk kemajuan Sulbar.







