Berita  

Sambut 715 Mahasiswa PPG, Rektor UNM : Guru Adalah Jabatan Mulia

MAKASSAR, KACE — Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar penyambutan 715 mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra Jabatan tahap I tahun akademik 2022/2023 di Menara Pinisi UNM, Kamis 6 Oktober 2022.

Kegiatan ini sekaligus sebagai pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru dan orientasi akademik.

Rektor UNM Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng dalam sambutannya mengatakan, seluruh perguruan tinggi di Indonesia berlomba melaksanakan tiga jalur pendidikan, yakni jalur pendidikan akademik, jalur pendidikan profesi dan jalur pendidikan vokasi, dimana pendidikan vokasi ke depan akan disatukan dalam satu fakultas di UNM.

Prof Husain menjelaskan, peserta PPG telah tentunya telah memiliki ijazah S1 atau D4 dan berhak melanjutkan pendidikan yang akan mendapat gelar guru profesional yang akan melekat selamanya.

Seorang guru, kata Prof Husain, wajib memiliki kompetensi kepribadian, sosial dan pengembangan profesional. Sebab, hal ini menjadi bagian utama.

Harapannya, jika mengikuti mekanisme selama 8 bulan ke depan maka akan lulus dengan baik dan PPG akan mengantarkan menjadi seorang guru profesional.

“Menjadi guru mesti dimulai dari panggilan jiwa terlebih dahulu untuk mengabdikan diri memberikan keterampilan sebagai seorang guru profesional, karena guru adalah jabatan yang mulia yang pahalanya akan mengalir terus meski telah meninggal,” ujar Prof Husain.

Selain itu, seorang guru perlu memiliki jiwa enterpreneur agar mampu membaca potensi siswa agar bisa dikembangkan.

Menurut Prof Husain, PPG menjadi penting karena saat ini Indonesia kekurangan tenaga pendidik, dimana setiap tahunnya butuh sekira 48.000 guru yang didominasi guru SD. Untuk itu, perlu menyiapkan tenaga guru setiap tahunnya. “Inilah yang harus diisi oleh PPG ke depan,” ujarnya.

Ia berharap, para mahasiswa PPG akan mendapatkan sertifikat pendidik melalui proses PPG pra jabatan. Dalam prosesnya, mahasiswa PPG akan digembleng dalam satu asrama. Sebab menurut Prof Husain, penempatan asrama adalah amanat undang – undang.

Selain itu, juga bisa membentuk karakter atau kepribadian masing – masing mahasiswa agar nantinya menjadi guru profesional.

“Guru profesional tidak melihat status ASN maupun non ASN, namun lebih mengedepankan profesionalisme. Jadi jangan pernah ragu untuk menjadi mahasiswa PPG,” ujarnya.

Ia pun meminta kepada para ketua prodi, ketua jurusan dan pihak – pihak yang terlibat mendidik mahasiswa PPG agar memperhatikan semua keperluan para mahasiswa dalam proses pendidikan.

PPG sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan mengacu kepada Standar Pendidikan Guru (Standar DikGu) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDikti).

LPTK sebagai penyelenggara program PPG diberi amanah untuk menghasilkan lulusan calon guru yang mampu menyiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan kompleks di abad 21 ini.

Sekaligus memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Sebab, kemajuwn teknologi saat ini menuntut guru mampu beradaptasi terhadap perubahan sertw memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.

Untuk itu, PPG diharapkan mampu meningkatkan kualitas para calon guru dan siap mengimplementasikan prinsip – prinsip Merdeka Belajar dalam menjalankan tugasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *