Masyarakat berbondong – bondong mengunjungi posko baksos UNM – KKMSB di Polman
SULBAR, KACE — Kegiatan bakti sosial mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat mendapat respons warga Sulbar. Ini terlihat dari antusiasme warga mengunjungi posko baksos UNM.
Terdapat empat posko baksos terpadu mahasiswa UNM di daerah ini. Yakni di Polewali, Wonomulyo, Mappili dan Batu Laya. Ke empat lokasi ini ramai dikunjungi masyarakat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan atau perawatan dan perbaikan kendaraan, mesin pertanian, alat-alat listrik dan elektronika.
Rektor UNM Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng mengatakan, kegiatan ini terlaksana atas dukungan sejumlah SMK se – Kabupaten Polman dan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) wilayah Sulsel.
Menurut Prof Husain, aksi ini sebagai bukti nyata dalam membantu Sulbar demi mengakselerasi kemajuan. Sepanjang baksos dan expo ini memberikan manfaat besar bagi warga Sulbar, maka kegiatan ini akan terus dilakukan di semua kabupaten di Sulbar.
“Ini juga bagian dari pengabdian masyarakat di dunia perguruan tinggi. Seperti halnya KKN, baksos penting bagi mahasiswa agar keterampilan yang diperoleh mahasiswa di kampus dapat diimplementasikan dibawah bimbingan dosen,” ujar Prof Husain belum lama ini.
Setiap posko melakukan aktivitas yang beragam sesuai dengan jurusan dan program studi pada Fakultas Teknik UNM yang terlibat dalam kegiatan kaksos ini. Kegiatan ini melibatkan 78 orang mahasiswa dan 27 dosen pembimbing dari seluruh Program Studi yang ada di Fakultas Teknik UNM serta OSIS SMK di Sulbar.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga hari ke-5 (18 November 2022) telah terlaksana kegiatan pelatihan/pendampingan dan layanan perawatan dan perbaikan pada masing-masing posko.
Di Posko Polewali misalnya, mahasiswa jurusan Tata Busana menggelar pelatihan membuat pola dan menggunting kain. Selain itu juga digelar pelatihan membuat teknik shibori, pelatihan pewarnaan busana kasual dari teknik shibori, dan pelatihan menjahit busana kasual. Pelatihan lainnya adalah pelatihan tata rias pengantin dan pelatihan perawatan wajah.
Di tempat sama, mahasiswa Tata Boga menggelar pelatihan cara membuat lapis tenun model sutra, pelatihan cara membuat brownies tempe, pelatihan membuat donat hias, pelatihan membuat dadar mawar, dan pelatihan pembuatan ayam krispy.
Selanjutnya di Wonomulyo, mahasiswa Teknik Mesin melakukan perbaikan Arm Motor dan perbaikan knalpot. Di tempat sama, mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan menggelar pelatihan penggunaan total stasiun, pengolahan data hasil pengukuran menggunakan civil 3D, praktik penggunaan alat TS dan pengelolaan data, dan beberapa kegiatan lainnya.
Di Mapilli, mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Pendidikan Teknik Elektro melakukan beberapa kegiatan. Di antaranya perbaikan laptop, perbaikan kipas angin, perbaikan televisi, perbaikan speaker, perbaikan travo, perbaikan blender, perbaikan dispenser, dan perbaikan instalasi listrik.
Di posko yang sama, mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif dan Pendidikan Teknik Mesin membuka beberapa layanan. Di antaranya layanan perawatan dan perbaikan mobil ayanan perawatan dan perbaikan sepeda motor, perbaikan mesin penggilingan padi, perbaikan sepeda, dan perbaikan pompa injektor mobil.
Mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer juga melakukan beberapa kegiatan di posko ini. Di antaranya perbaikan handphone, perbaikan laptop ,perbaikan game PS, dan perbaikan DVD Player.
Aktivitas menarik juga dilakukan mahasiswa Teknologi Pertanian di posko Batu Laya. Beberapa kegiatan pelatihan dilakukan di tempat ini. Mulai dari pelatihan pembuatan sabun cuci piring, pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi, dan pelatihan pembuatan pupuk organik.
Mahasiswa juga melakukan pendampingan di dusun Layonga Galung dan di Dusun Kandemeng dalam pembuatan sabun cuci piring. (*)







