Antara Politik dan Akidah

Oleh : Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Ketua DPD Hanura Sulsel)

PERHELATAN politik sejatinya hanyalah sebuah proses lima tahunan untuk mencari pemimpin yang terbaik.

Dalam praktiknya, politik harus tetap berjalan di atas rel moralitas dan amanah, bukan hanya berorientasi pada kekuasaan.

Sebab, tujuan politik sangatlah mulia. Yakni menciptakan keadilan dan menghindari kerusakan (fasad). Sekaligus sebagai sarana untuk menegakkan akidah.

Dalam perjalanannya, Islam (agama) dan politik sangat erat kaitannya. Islam meletakkan politik sebagai salah satu cara menjaga umat.

Begitu pula politik tanpa didasari akidah, hanya akan mengagungkan duniawi semata. Karena itu, perlunya menerapkan nilai-nilai agama dalam politik.

Banyak yang berpendapat tidak mudah mengkaitkan antara agama dan politik. Di mana agama seringkali hanya dimaknai sebagai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan ritual ibadah dan terbatas. Bahkan, masih banyak yang bertanya apa kaitan agama atau akidah dengan politik.

Padahal menyatukan keduanya bukanlah hal yang sulit. Misalnya, berbicara tentang keadilan, Islam memberikan petunjuk secara jelas, bagaimana keadilan itu harus dikedepankan. Ini bersumber dari Al- Qur’an maupun dalam hadist nabi.

Agama tidak boleh dipisahkan dari kegiatan politik dan sudah seharusnya selalu dihadirkan di dalam setiap proses kehidupan, termasuk dalam berpolitik.

Manakala dipahami secara menyeluruh, maka kaitan antara agama dan politik tentu menjadi mudah.

Jangan dipersempit menjadi sebatas ibadah, melainkan sebagai pedoman kehidupan yang lebih luas. Meliputi pengembangan ilmu pengetahuan, kualitas sumber daya manusia, serta keadilan yang merata.

Mengapa akidah menjadi penting bagi umat, sebab telah menjadi asas bagi kehidupan. Dengan kata lain, setiap masalah harus diselesaikan aturan yang bersumber dari akidah. Bahkan, dalam menjalankan roda pemerintahan atau kekuasaan.

Oleh sebab itu, calon-calon kontestan baik itu kepala daerah maupun legislatif perlu digembleng terlebih dahulu dengan tsaqafah politik atas dasar akidah.

Tujuannya membentuk pemahaman yang benardan meluruskan pola pikir manusia. Sekaligus merupakan fondasi mental menuju suksesi kepemimpinan.

Sekali lagi, saya mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar akidah jangan dipahami sebagai konsep spiritual semata, melainkan sebagai dasar yang kokoh dalam kehidupan sosial, termasuk politik. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *