MAKASSAR.KACE — Masyarakat dan Aktivis Antusias Jemput Kedatangan PHS di Mamuju Masyarakat dan aktivis di Kabupaten Mamuju berkumpul di salahsatu warung Kopi di Kabupaten Mamuju. Mereka menanti tokoh pendidikan Sulbar, Prof Husain Syam.
“Kami mau ngopi dengan Pak Rektor. Ingin bertukar pikiran terkait konsepnya membangun SDM unggul,” kata seorang aktivis yang ditemui.
PHS datang ke warkop dengan baju putih dengan baris-baris merah, kuning, hijau, ciri khas logo PHS yang disebut-sebut ingin berkontestasi dalam pesta demokrasi masyarakat Sulbar. PHS memang datang ke Mamuju hanya untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan aktivis di Mamuju, serta menyerap harapan masyarakat setempat.
“Persoalan pembangun SDM adalah hal yang penting dan urgent untuk segera dilaksanakan. Kami semua menyadari bahwa Sulbar membutuhkan SDM yang unggul untuk memikirkan kemajuan pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” terang PHS dan diiyakan oleh hadirin.
Ketua Kerukunan Keluarga dan Masyarakat Sulawesi Barat (KKMSB) ini juga mengutarakan gagasan interkoneksi pembangunan antar pegunungan dan wilayah pesisir dengan prioritas infrastruktur yang terkoneksi dengan fasilitas perekonomian inklusif Sulbar.
Pembangunan ekonomi inklusif sendiri merupakan program yang menciptakan akses dan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkeadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi kesenjangan kelompok dan wilayah.
“Kita harus sediakan semua infrastruktur penunjang SDM agar indeks pembangunan manusia dapat segera dinaikkan. IPM Sulbar saat ini masih rendah dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia,” terangnya.







