SULBAR, KACE — Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Prof Husain Syam-Enny Anggraeni (PHS – Enny) ingin memposisikan DPRD sebagai mitra strategis dan sejajar.

Menurut PHS, lembaga eksekutif (Gubernur) dan legislatif (DPRD) harus menjalankan peran dan fungsinya secara maksimal dalam mendukung pembangunan di daerah.
“Dalam konteks pemerintahan di Sulbar, DPRD provinsi harus menjadi mitra strategis pemerintah provinsi Sulbar,” kata PHS.
Mantan Rektor UNM ini mengatakan, pihak eksekutif tidak boleh menunjukkan sifat arogansinya terhadap DPRD. Begitu juga sebaliknya. DPRD juga tidak boleh apriori dengan pihak eksekutif. Keduanya harus saling bersinergi dan bergandengan tangan memberikan layanan percepatan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Insya Allah kalau PHS-Enny diberi amanah memimpin Sulbar, kami akan memposisikan DPRD sebagai mitra strategis dan mitra sejajar,” cetusnya.
PHS meyakini tanpa support dan dukungan DPRD dalam menyeap aspirasi masyarakat dimasing masing dapilnya, maka program yang direncanakan pemerintah provinsi Sulbar agak sulit terealisasi sesuai kebutuhan masyarakat. Perencanaan anggaran yang diajukan eksekutf pun, kata dia, harus dibahas dan disetujui anggota DPRD.
Dalam pencalonannya di pilgub Sulbar 2024, PHS-Enny mengusung visi “Sulbar Bangkit Maju Berkelanjutan”
Visi ini bisa terwujud jika pemerintah provinsi dan DPRD Sulbar berkolaborasi dan saling mendukung. Karena itu program yang diajukan DPRD harus diakomodir karena itu hasil aspirasi dari masyarakat.
“Ruang komunikasi dengan DPRD terus akan kami buka. Sebab sekali lagi DPRD itu adalah mitra strategis dan mitra sejajar dengan pemerintah,” katanya lagi.
Di Pilgub Sulbar, pasangan ini diusung koalisi tiga partai politik. Yakni Partai Hanura, Partai Amanat Nasional dan PDI Perjuangan. (*)







