MAKASSAR, KACE — Bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki (Panglima Ta’) ikut menanggapi isu kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024.
Menurutnya, hal tersebut merupakan pembodohan demokrasi. Pernyataan tersebut disampaikan Panglima Ta’ usai mengikuti fit and proper test di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Makassar, Senin 22 Juli 2024.
“Kotak kosong dalam sebuah kontestasi politik itu merusak demokrasi. Ini dinamika yang tidak bagus,” ujar eks Pangdam XIV Hasanuddin ini di hadapan wartawan.
Ia berharap politik jangan sampai terjadi di Pilgub Sulsel. Sebab, sangat tidak bagus dalam proses pendidikan politik.
Sementara Ketua PKS Sulawesi Selatan Muhammad Amri Arsyid mengatakan, fit and proper test ini dilaksanakan selama satu hari saja dan diikuti empat kandidat.
Selain Panglima Ta, kegiatan ini juga diikuti Annar Salahuddin Sampetoding, Ilham Arief Sirajuddin dan Danny Pomanto. (*)







