Tidak Ada yang Salah PHS Bertemu AHY

MAKASSAR, KACE–Setelah Universitas Negeri Makassar (UNM) mengundang Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membawakan kuliah umum, publik menduga hal tersebut merupakan salah satu upaya Prof Husain Syam (PHS), Rektor UNM menatap Pilgub Sulbar 2024 mendatang.

Direktur Profetik Institute, Asratillah, menilai wajar persepsi publik tersebut mengarah pada kontestasi Pilgub Sulbar 2024. Meski acara dan tingkah kedua tokoh, PHS dan AHY tidak ada yang menyalahi aturan.

“Pertama, saya rasa tidak soal mengundang tokoh partai tertentu masuk ke dalam kampus, asal dalam rangka kegiatan yang bernuansa akademik. Sehingga yang terjadi adalah memeriksa, mengevaluasi bahkan memproblematisasi visi politik, gagasan-gagasan dan strategi politik yang dimiliki oleh figur politik bersangkutan,” kata Asratillah kepada Kabar Celebes. Com, Kamis (17/2)

Lanjut Asra, sapaan akrab, AHY membawakan kuliah umum kebangsaan yang berarti civitas akademika UNM ingin mengetahui wawasan kebangsaan yang dimiliki AHY, yang saat ini merupakan tokoh politik calon pemimpin bangsa ini. “Saya kira itu juga wajar,” sambungnya.

Terkait peristiwa di atas dikaitkan dengan keinginan PHS untuk maju sebagai calon Gubernur Sulbar yang melirik Demokrat juga wajar bagi yang ingin berkontestasi.

“Salah satu parpol yang punya kantong suara besar di Sulbar adalah Partai Demokrat. Sehingga, untuk memuluskan jalan Prof. Husain untuk maju dalam kandidasi Pilgub Sulbar mendatang, salah satunya adalah membangun komunikasi politik dengan Partai Demokrat,” tuturnya.

Soal apakah Prof. Husain dilirik Demokrat? Asra menegaskan, hal tersebut belum pasti. “Kita belum bisa memastikan karena Pilgub Sulbar masih lama. Tapi saya pikir upaya membangun komunikasi politik dan bargaining-bargaining politik dalam rangka Pilgub Sulbar, sudah mulai dilakukan oleh kedua belah pihak,” tutupnya.

Sebelumnya, PHS mengatakan, kehadiran putra Presiden Indonesia ke-6 di UNM untuk memotivasi mahasiswa dan para dosen dalam menyongsong Indonesia kedepan.

“The Yudhoyono Institut ini adalah sesuatu yang luar biasa menurut pandangan kami untuk dihadirkan di UNM, apalagi kami siap berkolaborasi dan bekerjasama dari segi peningkatan SDM yang unggul dan maju,” ujar PHS.

Prof Unggulan ini menyampaikan kepada AHY bahwa UNM saat ini salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia timur, dan masuk ranking 20 besar diantara 4.000 lebih perguruan tinggi di Indonesia.

“Perlu saya sampaikan celaka lah perguruan tinggi bagi yang tidak berkolaborasi dengan The Yudhoyono Institut dalam memperkukuh karakter kebangsaan. Kami berharap momentum ini bisa dimanfaatkan baik oleh seluruh mahasiswa dalam mengambil ilmu dari tokoh kita Mas AHY,” ungkapnya.

Sementara itu, AHY mengatakan dirinya sangat salut setelah melihat profil kampus UNM mulai dari infrastrukturnya yang luar biasa, program-program sangat penting dan lokasi kampusnya yang keren-keren. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *